27 Apr 2012

Si Buta Dari Gua Hantu Yang Legendaris


Si Buta Dari Goa Hantu adalah karakter utama dalam serial cerita silat yang diciptakan oleh komikus Ganes TH dari Indonesia pada tahun 1960-an. Komik ini pertama kali terbit pada tahun 1967 dan dicetak ulang kembali pada tahun 2005. Komik ini adalah salah satu komik silat pertama karya komikus Indonesia yang telah memopulerkan cerita silat khas nusantara. Komik ini begitu populer sehingga diadaptasi menjadi sebuah film layar lebar aksi laga pada tahun 1970 dengan judul yang sama, "Si Buta Dari Goa Hantu" dan diperankan oleh Ratno Timoer.
Ganes.TH adalah seorang seniman warga negara Indonesia keturunan Tionghoa yang lahir dan besar di Tangerang. Sudah banyak karya komik (dulu istilahnya Cergam kependekan dari Cerita bergambar) yang dibuatnya antara lain jagoan betawi Si Djampang, tetralogi : Tjisadane, Krakatau, Tuan Tanah Kedawung, serta Nilam dan Kesumah. Kebanyakan diantaranya juga sudah difilmkan. Tapi memang yang paling fenomenal adalah Si Buta dari Gua Hantu.

Seri cergam Si Buta dari Gua Hantu awalnya mengisahkan tentang seorang pendekar bernama Barda Mandrawata yang membutakan matanya sendiri demi menguasai jurus si Mata Malaikat untuk membalaskan dendam karena Mata Malaikat telah membunuh ayah dan saudara-saudara seperguruannya. Mata Malaikat digambarkan sebagai pendekar kejam yang tega membunuh korbannya yang kadang adalah rakyat jelata. Setelah menuntaskan dendamnya yang di komiknya digambarkan dengan pertarungan sangat singkat, tiba-tiba Barda diserang oleh seorang pendekar misterius bernama Sapu Jagat. Akibat serangan itu Barda Mandrawata terjatuh ke dalam jurang dan ternyata di dalamnya terdapat sebuah gua. Sewaktu sedang beristirahat, Barda dikejutkan oleh munculnya seekor ular raksasa yang menyerangnya. Setelah bertarung dengan sisa-sisa tenaganya ular tersebut akhirnya tewas di tangannya.
Yang lebih mengejutkan ternyata di dalam gua banyak pahatan di dinding yang menuliskan dan menggambarkan jurus-surus silat. Ternyata seorang pertapa sakti pernah tinggal di dalam sana dan meninggalkan pahatan ilmu silatnya untuk diwariskan. Barda pun lalu mempelajari dan melatih ilmu tersebut. Ia bertahan hidup dengan memakan daging ular yang dikeringkan, lalu kulitnya dijadikan pakaian ( satu-satunya seumur hidup sang penulis..hehehehe....) . Setelah mengausai ilmu tersebut, Barda Mandrawata pun berkelana untuk membasmi kebatilan dan kejahatan sebagai pendekar berjuluk Si Buta dari Gua Hantu.
Seri cergam si Buta dari Gua Hantu ini memperlihatkan wawasan nusantara dan nasionalisme Ganes TH yang begitu kental. Menceritakan perjalanan Barda Mandrawata ke berbagai pelosok nusantara dari Banten, Bali, Sulawesi, bahkan sampai ke Flores. Selain itu potret bangsa Indonesia yang tertindas oleh penjajahan Belanda (asing), sampai dengan orang-orang yang tega menindas bangsa sendiri demi kedudukan dan harta, sedikit banyak masih relevan dengan kondisi bangsa ini sekarang

Judul Seri Si Buta Dari Gua Hantu :

Si Buta dari Gua Hantu (1967)
Misteri di Borobudur (1967)
Banjir Darah di Pantai Sanur (1968)
Manusia Serigala dari Gunung Tambora (1969)
Prahara di Bukit Tandus (1969)
Badai Teluk Bone (1972)
Sorga yang Hilang (1974)
Prahara di Donggala (1975)
Perjalanan ke Neraka (1976)
Si Buta Kontra si Buta (1978)
Kabut Tinombala (1978)
Tragedi Larantuka (1979)
Pengantin Kelana (1981)
Misteri Air Mata Duyung (1984)
Neraka Perut Bumi (1986)
Bangkitnya Si Mata Malaikat (1987)
Pamungkas Asmara (1987)
Iblis Pulau Rakata (1988)
Manusia Kelelawar dari Karang hantu (1988)
Mawar Berbisa (1989)



No comments: