17 Jan 2012

View Master Yang Melegenda dan Ngangenin

Mungkin bagi sebagian besar dari kita istilah View-Master, atau Viewmaster, atau View Master (ejaannya memang bermacam-macam) tidak berarti apa-apa. Tapi saya yakin Anda yang lahir tahun 70-an hampir pasti kenal ‘mainan’ ini: sebuah alat mirip kamera yang ketika diteropongkan ke arah sumber cahaya dapat menampilkan berbagai foto/gambar dalam 3 dimensi. 

Untuk melihat gambar 3 dimensi dengan View-Master ini dibutuhkan sebuah View-Master viewer (alat yang berbentuk seperti kamera/teropong) dan View-Master reel (cakram berisi slide-slide di sekelilingnya). Sepanjang pengetahuan saya, viewer yang didistribusikan di Indonesia pada tahun ’70-an adalah yang berwarna merah putih dengan ujung tuas warna biru. Di negara asalnya (Amerika), viewer ini disebut viewer model G. Selanjutnya pada tahun ’80-an masuklah viewer model baru berwarna merah dengan tuas warna oranye. Hampir mirip seperti yang saya punya dalam foto di atas, hanya saja tuasnya tidak gepeng, tetapi bulat seperti kelereng. Ini adalah viewer model L. Pada bagian atas viewer terdapat sebuah slot untuk menyisipkan reel berisi 14 slide film yang dapat menghasilkan 7 gambar 3 dimensi. Tuas di sisi kanan viewer berfungsi untuk memutar reel sehingga gambar-gambar yang ditampilkan dapat berganti-ganti.

Reel
Sekitar akhir ’90-an alat ini masih terlihat di beberapa toko mainan impor di sebuah mal. Harga viewer-nya ada yang di kisaran tiga puluh ribuan plus bonus 1 buah reel tokoh kartun dunia seperti Winnie the Pooh and The Honey Tree.  Sedangkan  Harga reel-nya sendiri per setnya (isi 3 buah reel) di kisaran harga yang sama.  Reel yang tersedia di Indonesia waktu itu hanya bertemakan film-film kartun, terutama Disney: mulai dari Hunchback of Notre Damme, Aladdin, hingga Dinosaur. Semuanya dikemas dalam blister pack berisi 3 reel.  Rupanya alat ini dimaksudkan sepenuhnya sebagai mainan anak-anak sehingga reel-reel bertemakan tempat-tempat wisata seperti Disneyland atau Grand Canyon sudah tidak lagi didistribusikan Indonesia.

Sesungguhnya pada awalnya View-Master diciptakan sebagai “barang serius.” Alat yang diciptakan oleh William Gruberreel-nya pun berjumlah ratusan, bahkan ribuan set dengan ruang lingkup yang sangat luas: mulai dari pemandangan alam, tempat wisata, film kartun anak-anak, film serial televisi, film layar lebar, hingga ilmu pengetahuan dan peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah. Hingga tahun ’70-an setiap reel set (set berisi 3 reel) dilengkapi dengan buklet berisi penjelasan mengenai setiap gambar, layaknya ensiklopedi dalam 3 dimensi. Beberapa reel set bertemakan Nations of the World pada tahun 1939 ini bahkan pernah digunakan dalam pelatihan militer AS semasa Perang Dunia II untuk mengidentifikasi berbagai jenis kapal dan pesawat! Selanjutnya View-Master dijual di berbagai tempat wisata di AS sebagai suvenir bagi pelancong.  Alat ini pernah muncul di berbagai film, video klip, iklan, bahkan menjadi undangan pesta selebritis. Koleksi bahkan di dalam kemasannya disertakan selembar perangko dan sekeping mata uang dari negara yang bersangkutan.


 Keanekaragaman itulah yang menyebabkan View-Master memikat hati ribuan kolektor di seluruh dunia. International Stereoscopic Union memperkirakan ada 2000 hingga 3000 kolektor serius View-Master di seluruh dunia. Bukan hanya reel set-nya saja yang layak dikoleksi, viewer-viewer-nya yang berjumlah sekitar 20 macam juga sangat menarik untuk dikoleksi. Hebatnya, bentuk reel sejak pertama kali muncul tahun 1939 hingga produksi saat ini tidak pernah berubah sehingga bisa dipakai dalam semua jenis viewer. Ke depan, saya akan mengulas lebih detil mengenai koleksi reel dan viewer-viewer yang telah saya kumpulkan.

Sayang sekali, sekarang ini untuk mencari “mainan jaman dulu” ini di sini sangat sulit. Kebanyakan telah rusak atau hilang. Tentu saja, anak kecil mana bisa meng’handle‘ benda kecil ringkih berisi slide-slide film seperti ini. Kalau tidak dirobek, ya dilempar-lempar, ketumpahan makanan, atau hilang. Distribusi View-Master di Indonesia pun entah kenapa terhenti pada sekitar awal 2000-an.  Jadi bayangkan susahnya berburu sisa-sisa koleksi ini di Indonesia.  Mungkin itu sebabnya banyak orang menganggap View-Master adalah barang ‘retro’ meskipun sebenarnya tidak karena hingga saat ini pun masih terus diproduksi. Saya sendiri sangat beruntung karena saudara sepupu saya yang tinggal di Amerika mau berbaik hati menolong saya mengumpulkan sebagian besar koleksi saya.  Jadilah kumpulan koleksi saya seperti dalam foto-foto seperti di atas…
Viewer model ODi Indonesia sendiri, baru pada akhir tahun 2007 bisa didapati View-Master model terbaru mulai masu.k Viewer-nya telah bermetamorfosis, jadi tidak perlu diteropongkan lagi ke arah sumber cahaya, cukup digunakan di bawah lampu saja.  Bagusnya, leher tidak pegal-pegal lagi :-) .  Slot untuk menyisipkan reel juga berpindah ke depan. Viewer model O ini menghasilkan gambar yang lebih besar dari viewer model G dan L.  Sayangnya, kita harus pintar-pintar memilih viewer karena banyak yang alignment-nya tidak pas sehingga kurang nyaman digunakan.  Nah, kalau viewer-viewer jaman dulu masih made in USA, sekarang made in China… hehehe… jadi itu penyebabnya harga yang dulu, untuk viewer dan Reel nya cukup mahal.


No comments: